Terungkap, Begini Proses Juventus Pecat Sarri dan Tunjuk Pirlo dalam Hitungan Jam

http://chaussuredefoot.info/wp-content/uploads/2020/08/5394454_2003_pirlo_agnelli_50.jpg

AGEN BOLA ONLINE  – Pimpinan Juventus, Fabio Paratici, buka suara perihal kesibukan klub dalam pemecatan Maurizio Sarri dan penunjukan Andrea Pirlo sebagai pengganti pada beberapa jam terakhir. Juve ternyata sudah lama mengevaluasi kinerja Sarri.

Sekilas, keputusan ini tampak tergesa-gesa, dan Juve ramai dikritik di media sosial karena itu. Sarri dipecat hanya beberapa jam setelah kegagalan Juve di Liga Champions, seolah-olah nasibnya ditentukan oleh satu pertandingan saja.

Lalu, beberapa jam setelahnya Juve menunjuk Pirlo sebagai pengganti, yang lagi-lagi dianggap terburu-buru. Betapa tidak, Pirlo baru saja mulai bekerja sebagai pelatih, dia belum punya pengalaman.

Dua keputusan besar dalam waktu dekat, wajar jika Juve dianggap ceroboh. Namun, kini Paratici menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.

Pertama-tama, Paratici menegaskan bahwa pemecatan Sarri tidak ditentukan hanya semata-mata karena kegagalan di Liga Champions. Juve ternyata sudah lama mengevaluasi hasil kerja Sarri musim ini, yang dianggap mengecewakan.

BACA JUGA : Man of the Match Inter Milan vs Getafe: Romelu Lukaku

Hal yang sama terjadi pada penunjukan Pirlo. Meski tampak tergesa-gesa, sebenarnya Juve sudah memikirkannya sejak lama.

“Kami sudah membuat evaluasi sebelum hasil kontra Lyon. Kami sudah menegaskan, hasil satu pertandingan tidak akan menentukan masa depan pelatih. Evaluasi kami didasarkan pada seluruh musim, tidak hanya pada satu pertandingan,” buka Paratici kepada agen bola online.

“Keputusan memilih Pirlo sangat natural, sesuai gaya Juventus, sebab dia merupakan sosok yang pernah bermain bersama kami, dia selalu terlibat komunikasi dengan semua orang di sini dan karena itulah terasa natural.”

“Kami pun memercayai bahwa dia ditakdirkan jadi pelatih hebat. Dia pernah jadi pemain dan kami yakin dia bisa bekerja sama baiknya sebagai pelatih,” imbuhnya.

Paratici pun bicara lebih lanjut soal Pirlo. Meski tampak berjudi karena Pirlo minim pengalaman, sebenarnya Juve jauh lebih yakin karena status Pirlo sebagai mantan pemain yang sudah sangat mengenal klub.

“Dalam benaknya, Andrea punya pendekatan melatih yang sama seperti masanya masih bermain. Artinya bakal ada sepak bola berkualitas dan kerja keras,” sambung Paratici.

“Dia ingin menerapkan gaya bermain tertentu, gaya main yang sedang coba diterapkan oleh tim-tim Eropa lainnya, dan dia menjelaskannya dengan sangat meyakinkan pada kami.”

“Seringnya, pribadi lebih penting daripada sisi profesionalnya, jadi kami tidak pernah meragukan Pirlo sebagai pribadi,” tutupnya.