Soal Insting Defensif, Kieran Tierney Dinilai Sehebat Van Dijk

http://chaussuredefoot.info/wp-content/uploads/2020/08/download.jpg

AGEN BOLA ONLINE  – Kieran Tierney merupakan salah satu pemain terbaik Arsenal pasca-lockdown. Dia langsung dipercaya Mikel Arteta usai pulih 100 persen dari cedera, dan masih terus jadi andalan sampai sekarang.

Teranyar, Tierney berperan penting pada keberhasilan Arsenal menjuarai Piala FA 2020. The Gunners berhasil mengalahkan Chelsea dengan skor 2-1 di partai final yang dimainkan di Wembley Stadium.

Bek kiri asal Skotlandia ini melepas umpan silang untuk Pierre-Emerick Aubameyang di menit ke-25. Operannya jatuh di posisi berbahaya, Aubameyang mengejar bola dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Chelsea.

Pada saat itulah Cesar Azpilicueta sampai terpaksa menjatuhkan Aubameyang di tepi kotak terlarang, yang berujung pada hadiah penalti untuk gol pertama Arsenal.

Perkembangan pesat Tierney di Arsenal ini tak lepas dari perhatian mantan pelatih Celtic dan Timnas Skotlandia, Gordon Strachan. Dia sudah sejak lama memahami keistimewaan Tierney.

Menurut Strachan, yang membuat Tierney bisa jadi salah satu bek terbaik adalah mentalitas dan instingnya sebagai bek. Tierney bisa mencium ancaman lawan sebelum benar-benar terjadi.

“Dia punya satu hal yang saya sebut mentalitas gila, dan saya mengatakannya secara positif,” ungkap Strachan kepada agen bola online.

BACA JUGA : Perekrutan Bruno Fernandes Oleh Man United Puaskan Berbatov

“Kieran punya cara pendekatan luar biasa. Dia mendengar dan menerima informasi, lalu yang penting, dia mendengarkan apa yang Anda katakan pada pemain lain, jadi dia tahu perannya di lapangan.”

“Dia hebat dan dia bisa mencium bahaya, sama seperti yang dilakukan Virgil van Dijk di Liverpool. Memang dia belum mencapai level itu, tapi ada beberapa kemiripan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Strachan tahu perbedaan Tierney dapat dilihat langsung di lapangan. Ketika ada pemain sayap lawan berusaha menyisir sisi lapangan, Tierney hampir selalu ada untuk mencegah mereka dalam duel satu lawan satu.

“Sebagai contoh, banyak bek sayap atau bek tengah tidak akan mencoba mencegat winger lawan. Mereka membiarkan winger itu melepas umpan silang. Setidaknya dengan demikian mereka tidak akan dipermalukan,” sambung Strachan.

“Tierney tidak akan melakukan itu. Dia bakal maju dan berkata: ‘Jika Anda mau mengirim umpan silang, Anda harus mengalahkan saya dahulu,” tandasnya.