Siapa Luka Romero, Bocah 15 tahun yang Baru Saja Menjadi Pemain Termuda Dalam Sejarah LaLiga?

http://chaussuredefoot.info/wp-content/uploads/2020/07/1591363875708.jpg

AGEN BOLA ONLINE – Dalam usia 15 tahun 219 hari, Luka Romero memecahkan rekor Sanson ketika bermain melawan Real Madrid.

Ketika Luka Romero masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-83 dalam pertandingan tandang RCD Mallorca ke Real Madrid, ia mencetak sejarah saat ia menginjakkan kaki di rumput Stadion Di Stefano. Dalam usia 15 tahun 219 hari, Romero menjadi pemain termuda dalam sejarah LaLiga.

Rekor tersebut sebelumnya dipegang oleh Franscisco Bao Rodriguez, atau dikenal sebagai Sanson, yang bermain untuk RC Celta melawan Sevilla pada usia 15 tahun dan 255 hari pada tahun 1939. Pedro Irastorza (Real Sociedad) dan Oscar Ramon (Real Zaragoza) adalah dua pemain lainnya yang mencatatkan debut di LaLiga dalam usia 15 tahun, dan Romero adalah pemain keempat.

Perjalanan Romero cukup jauh untuk mencatatkan momen bersejarah tersebut. Ia lahir dari orangtua berkebangsaan Argentina di Durango City, Meksiko, dimana ayahnya, Diego, berkarir sebagai pesepak bola profesional. Karena karir ayahnya, Romero sering berpindah-pindah ketika kecil, lalu ikut pindah ke Spanyol lalu akhirnya ke Formentera, sebuah pulau dekat Mallorca.

Disana, Romero mulai bermain sebagai gelandang serang di klub lokal, kemampuan mengolah bolanya, kemampuan kaki kirinya, dan insting mencetak golnya menarik perhatian para pencari bakat. Barcelona juga dikabarkan tertarik padanya, tetapi Romero bergabung dengan akademi RCD Mallorca pada usia 10 tahun di tahun 2015.

BACA JUGA : Harga Terlalu Mahal, Man United Minta Diskon 50% untuk Jadon Sancho

Secara bertahap ia naik tingkat di akademi klub hingga akhirnya diajak untuk berlatih bersama tim utama RCD Mallorca oleh pelatih Vicente Moreno setelah pemerintah Spanyol mengizinkan klub kembali berlatih selepas pandemi COVID-19. Performa pemuda berusia 15 tahun tersebut sangat memukau sang pelatih, membuat Romero kembali dipanggil ketika Mallorca menghadapi Villarreal dan Leganes. Romero tak berhasil masuk tim utama maupun cadangan dalam dua pertandingan tersebut, tapi ia akhirnya bermain ketika Mallorca menghadapi Real Madrid, pekan lalu.

Selepas pertandingan yang berakhir kekalahan 0-2 bagi Mallorca, sang Vicente Moreno berkata: “Romero berusia 15 tahun, dan ketika kami memutuskan ia bermain, maka itu karena kami percaya ia pantas untuk bermain. Karena kami percaya ia memiliki kemampuan.”

“Ia sedang membangun ritme permainannya, dan performanya selalu meningkat dalam tiap sesi latihan. Kalian semua akan segera melihat kemampuannya karena ia adalah seorang pemain yang bagus,” serunya.

Romero juga sangat bahagia menjalani debutnya. Ia mengunggah pesan di media sosial setelah ia mencatatkan sejarah.

“Ini adalah sebuah momen tak terlupakan. Terima kasih kepada seluruh staf pelatih dan juga RCD Mallorca yang memberikan saya kesempatan ini. Saya tak akan pernah melupakan hari ini. Namun sayang kami harus kalah, tapi kami akan terus berjuang.”

Real Mallorca masih harus berjuang menghindari degradasi dalam beberapa pekan kedepan, sehingga masih ada kesempatan bagi Luka Romero untuk kembali bermain. Ia adalah seorang pemain spesial dan dijuluki “Messi dari Meksiko” oleh beberapa media, walaupun keluarganya keberatan dengan julukan itu karena memberikan tekanan yang besar.

Asisten pelatih Mallorca, Dani Pendín, dalam wawancaranya bersama AS, juga mengatakan: “Romero adalah pemain cepat, lihai, cerdas, dan kompetitif, seperti pemain Argentina bernomor punggung 10”.

Sejauh ini, Romero memilih untuk membela timnas Argentina, walaupun ia juga dapat membela timnas Meksiko dan Spanyol. Saat ini ia berada di tim muda Argentina, dan perkembangannya menarik perhatian masyarakat Amerika Selatan dan juga masyarakat Mallorca.

Orang-orang terdekatnya berkata bahwa kita semua harus sabar dan mengingatkan bahwa Romero bahkan belum berusia 16 tahun. Mereka semua sangat gembira dengan masa depannya. Luka Romero juga dapat memecahkan rekor-rekor LaLiga lainnya.